Wisata Agro Buah Muntea Kharisma Butta Toa – Bantaeng

Kebun Stawberry Muntea

Agro wisata Muntea merupakan satu-satunya tempat wisata di Kabupaten Bantaeng yang menyediakan fruit paradise di lokasi berhawa sejuk, 18 derajat celcius, dan ber­ada pada ketinggian 1.216 meter di atas permukaan laut.

 Strawberry Muntea

Menuju kebun Strawberry (dok. pribadi)

Agrowisata Bantaeng dilengkapi de­ngan lanscape alam hijau dan segar dan topografi berbukit, didominasi dengan tanaman hortikulutura yang tumbuh di atasnya. Tak salah jika pemerintah setempat menetapkan Kabupaten Bantaeng sebagai kampung pariwisata karena potensi yang dimiliki daerah ini. Tim Makassar Terkini tentu saja tidak melewatkan suguhan alam Kota Bantaeng.

Apel dan Strawberry
Jarak perkebunan strawberry dan apel ini sekitar 15 kilometer dari ibukota Kabupaten Banteng. Di lahan seluas 60 hektare yang dikelola secara modern dengan pemeliharaan maksimal, pengunjung dapat menikmati perjalanan menyusuri perkebunan, memetik dan menikmati buah yang disukai. Lokasinya tepat berada di Dusun Muntea, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng.

Medan yang sulit untuk sampai di kawasan Muntea dengan jalur mendaki yang membuat waktu yang ditempuh untuk sampai di lokasi ‘surga buah strawberry dan apel’ ini menjadi agak lama. Pengunjung masih harus melalui jalan berbatu untuk sampai di perkebunan strawberry. Namun hawa yang sejuk dan pemandangan yang hijau dan deretan pohon pinus yang menarik sepanjang perjalanan seolah telah membayar rasa lelah menuju Dusun Muntea ini. Strawberry memang menjadi salah satu budidaya andalan daerah ini.

Kebun Stawberry Muntea

Kebun Stawberry Muntea (dok. pribadi)

Tepat di depan pintu masuk kebun, pengunjung akan ‘disapa’ dengan deretan angka-angka nominal rupiah berwarna putih. Itulah deretan harga yang harus dibayar pengunjung bila ingin masuk ke kebun strawberry, termasuk bila akan memetik dan me­ngambil buah.

Kondisi di Muntea yang berbukit dengan udara yang sejuk, memang sangat cocok bila ditanami dengan apel dan strawberry. Kedua tanaman ini selain tanaman seperti kol, wortel, kentang dan sebagainya, telah membantu secara langsung perekonomian masyarakat sekitar

Awalnya strawberry hanya merupakan tanam­an uji coba yang dilakukan oleh salah seorang pe­tani setempat pada awal November 2005, dan ternyata berhasil hingga menjadi budidaya unggulan sampai sekarang.

Sakura di Muntea
Karena kondisi alam dan ekosistem yang terjaga dengan baik inilah, maka pada pertengahan bulan November 2012 nanti direncanakan di kawasan perkebunan ini akan ditanam pula sekitar 300 benih pohon sakura yang merupakan proyek uji coba. Pohon tersebut akan ditanam pada ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Sebelumnya juga tanaman asal Jepang seperti Talas Safira dan Daikong, berhasil tumbuh dengan baik di dusun ini. Wisata di perkebunan ini ternyata pengunjung tidak hanya melulu disuguhi oleh pemandangan kebun strawberry dan apel saja.

Pemandangan Alam Muntea

Pemandangan Alam Muntea (dok. pribadi)

Selain keelokan dunia buah apel dan strawberry, terdapat Air Terjun Muntea yang menjadi salah satu dari tujuh sumber mata air yang ada di daerah ini. Selain untuk kebutuhan air minum dan pertanian serta perkebunan, air terjun ini juga menjadi salah satu objek wisata yang sayang untuk dilewatkan. Di sekitar kawasan wisata perkebunan dan air terjun pula, pengunjung bisa beristirahat di hotel atau wisma yang telah disiapkan oleh pengelola tempat wisata tersebut.

Referensi yang cukup mengasyikkan, kan? Jika Anda sudah bosan dengan rekreasi yang hanya menikmati alam saja, tidak salah apabila Anda memilih wisata agro buah yang satu ini. Wisata agro buah Muntea perlahan menunjukkan kharisma Kota Bantaeng di mata dunia pariwisata lokal, nasional dan bahkan mancanegara.

Sumber : Makassar Terkini edisi September 2012

 

 

4 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight − 6 =