Sidoarjo, Bukan Hanya Lumpur Lapindo

GOR SidoarjoWakil SulSel di BN2011 – Komunitas Blogger Maros dan Komuntas Blogger Makassar

Ketika pertama kali mendengar bahwa Blogger Nusantara 2011 akan diselenggarakan di Sidoarjo, yang terbayang di kepala saya adalah “ehmm, Sidoarjo? yang tenggelam karna lumpur lapindo itu? kok di sana acaranya?”. Ya, Sidoarjo memang identik dengan lumpur lapindo.

Ketika akhirnya pesawat Lion Air yang kami tumpangi mendarat di Bandara Juanda dan kami diantar oleh Panitia BN2011 menuju Sidoarjo, saya pasang mata sepanjang jalan. Mana nih lumpurnya? Ternyata gak ada setitik lumpur pun disepanjang perjalanan yang kami lewati. Barulah keesokan harinya, saya tau bahwa ada yang salah dengan pemberitaan media tentang lumpur lapindo.

Wakil BUpati SidoarjoBapak Wakil Bupati Sidoarjo di BN2011

Blogger Nusantara 2011 dibuka oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Bapak H. MG. Hadi Sujtipto SH. MM. Dalam sambutannya, Bapak Wakil Bupati menjelaskan bahwa area yang tenggelam oleh lumpur lapindo hanya 2% dari luas Sidoarjo secara keseluruhan, bukan seluruh Sidoarjo seperti anggapan orang-orang selama ini. Sayangnya, pemberitaan media yang menimbulkan anggapan salah ini menimbulkan dampak besar pada industri tas dan koper yang menjadi salah satu wisata andalan di Sidoarjo. Industri ini jadi sepi pengunjung.

Menurut berita yang kita dengar ataupun baca, luapan lumpur panas lapindo sudah mencapai Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera yang memunculkan persepsi perumahan tersebut berada satu kawasan dengan industri Tanggulangin. Padahal Industri Tas dan Koper Tanggulangin masih 4 sampai 5 kilometer dari pusat semburan lumpur Lapindo. Jadi masih jauh dan masih aman untuk tetap berinvestasi dan berbelanja.

Tape Ketan SidoarjoAda tape ketan dijual di warung pinggir jalan

Badek - sari ketan itamBadek, ini khas Sidoarjo ya?

Selama 3 hari di Sidoarjo, sedikit banyak saya mengenal beberapa titik di kota ini. Meskipun tidak bisa mengeksplore Sidoarjo secara keseluruhan karna waktu yang terbatas dan jadwal BN2011 yang berlangsung dari jam 9 hingga sore dan dilanjut kembali malam harinya. Beberapa kesan yang tertangkap selama 3 hari di Sidoarjo, 28 – 30 Oktober 2011 :

Sidoarjo panas ya 😀 Iyya, itu kesan pertama yang tertangkap. Saya tiba tengah malam di Sidoarjo dan langsung menuju GOR Sidoarjo untuk berkumpul bersama teman blogger lainnya yang telah tiba terlebih dahulu. Sekitar pukul 06 pagi saya dan anbhar jalan-jalan di sekitar GOR cari-cari warung atau toko yang sudah buka. Mau beli pasta gigi, lupa bawa hehehehe Ternyataaa, matahari jam 6 pagi di Sidoarjo, sama terang dan panasnya dengan matahari jam 7 pagi di Makassar 😀 Nah itu jam 6 pagi, gimana dengan jam 9 pagi pas kami jalan kaki ke Sun City Hotel? Dekat sih jaraknya, tapi mataharinya .. wuihh *lebay*

SUn City Hotel SidoarjoJalan kaki dari GOR Sidoarjo ke Sun City Hotel

Ternyata di Sidoarjo banyak angkringan juga, saya taunya angkringan itu adanya ya di Jogja 😀 Saya gak tau di bagian lain kota Sidoarjo, tapi ada banyak angkringan di sekitar GOR Sidoarjo. Pas jalan-jalan pagi, beberapa angkringan mulai beberes untuk segera buka. Nah, pas tengah malam mau ngopi-ngopi eh masih ada yang buka juga angkringannya. Udah gitu harganya murahhh. Waktu itu, berlima ngopi dan sarapan pagi bayarnya cuman 10 ribu lebih.

warkop samping GOR SidoarjoNgopi dan sarapan di warkop samping GOR Sidoarjo

GOR Sidoarjo itu jadi pusat olahraga ya kalo minggu pagi. Jadi ingat karebosi 😀 Cuman bedanya kalo di GOR Sidoarjo gampang nemu angkringan yang jualan pagi. Jadi bisa sarapan sambil ngecengin cewe-cewe atau cowo-cowo yang sibuk olahraga. Lah di Karebosi? adanya Mall 😐

<Menikmati pagi di SidoarjoMenikmati pagi di Sidoarjo, ngopi2 di angkringan

Suasana pagi di GOR SidoarjoSuasana pagi di GOR Sidoarjo

Transportasi di sini kalo gak naik angkot ya naik taksi atau naik becak. Etapi katanya ada bis juga ya? tapi rutenya tertentu. Waktu mau ke stasiun kereta beli tiket ke Jogja, sempat tawar menawar harga dengan abang becak. Dari Sun City Hotel ke Stasiun Sidoarjo, *kalo gak salah ingat* 10 ribu per becak kata abang becaknya. Karna kami bertiga berarti mesti dengan dua becak dan ongkosnya 40 ribu PP. Lumayan juga, padahal kita lagi dalam mode: hemat karna mau jalan-jalan ke Jogja. Nunggu angkot, ternyata lama nunggunya dan waktunya semakin mepet karna kita ngejar kereta jam 4/5 sore. Akhirnya diputuskan naik taksi :))

Becak SidoarjoTawar menawar harga, pas tancap gass :p

Stasiun Kereta Api SidoarjoStasiun Kereta Api Sidoarjo

Sayang beribu sayang, sewaktu di Sidoarjo tidak sempat berwisata kuliner 😐 Sate kelinci, rawon setan *eh sempat sih nyicip rawon setan tapi di Surabaya :D* ada juga yg kerang-kerang gitu ya? entah apa namanya. Pokoknya, lain kali mesti atur trip ke Sidoarjo. Wisata kuliner-an dan mengunjungi wisata-wisata lainnya di Sidoarjo yang tidak sempat saya kunjungi. Ada rekomendasi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 + 3 =