Jogja, Kota Penuh Kenangan

Jogja Kota Penuh Kenangan

Jogja Kota Penuh Kenangan

Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat
Penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgia
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama, suasana Jogja …

Seperti lirik lagu KLA Project, berkunjung ke kota Jogja memang selalu akan meninggalkan kesan tersendiri. Tak peduli seberapa sering, akan selalu ada kenangan berbeda yang tertinggal di hati.

Awal tahun 2000, saya pertama kali menginjakkan kaki di kota Jogjakarta bersama teman-teman SMAK angkatan 32 yang akan PKL di pulau Jawa. Waktu itu kami berangkat ramai-ramai menggunakan kapal laut Lambelu dengan didampingi guru, selama kurang lebih sehari semalam menikmati lautan sebelum akhirnya merapat di Tanjung Perak Surabaya.

Dari Surabaya, berangkat dengan bis ke Jogja dan menginap selama 2 malam (apa 3 malam ya, saya lupa :D), di sini rombongan terpecah. Yang PKL di BATAN tetap stay di Jogja, ada yang ke Bandung dan saya sendiri dengan beberapa teman lalu melanjutkan perjalanan ke Bekasi karena lokasi PKL kami adalah Sucofindo dan Indofarma yang berlokasi di Cibitung.

Saat itu, kota Jogja sudah meninggalkan kesan mendalam di hati. Saya bahkan berjanji kepada diri sendiri, suatu hari nanti saya akan kembali! Ternyata oh ternyata, janji itu baru terwujud 11 tahun kemudian.

wisata kota jogja

Rombongan AM di Jogja (minus Nhie yang sudah balik ke Jakarta dan saya yang pegang kamera)

Tepatnya di bulan November 2011, saya dan beberapa teman mewakili komunitas Blogger Makassar Angingmammiri hadir di event Blogger Nusantara 2011 yang berlokasi di Sidoarjo. Acara BN2011 selesai, rame-ramelah kita melipir ke Jogja. Seruuuu sekali mengeksplore kota Jogja denganmengendarai motor yang dirental. Waktu itu wisata di kota Jogja belum banyak yang terekspose di media sosial seperti sekarang ini. Jadi pas bikin itinerary pun yang simple-simple saja.

Baca juga: Jogja Trip – Itinerary Jogja

Yang menyenangkan, liburan kali ini kita gak perlu susah payah berburu hotel murah di Jogja soalnya ada Dentaq yang menawarkan untuk menginap di rumahnya, yaiy. Umminya Hatim (istri Dentaq) memang asli Jogja.

Yang seru waktu kita malam-malam ke Tugu Jogja, Khie sempat bilang soal mitos kalau kita pegang tugu Jogja sambil make a wish mau balik lagi ke Jogja. Saya pun iseng, sambil pegang tugunya saya bilang kalau mau balik ke Jogja tahun depan. Eh tahun depannya (tahun 2012) ya pas banget bisa berkunjung ke Jogja lagi.

Benteng Vredeburgh Jogja

Berempat keliling Jogja dengan Trans Jogja. Kali ini mampir di Benteng Vredeburgh.

Dari Kampung Inggris Pare, kita bertiga (vby, Novi dan saya) jalan-jalan kere naik kereta ekonomi Kediri –Jogja. Keliling-keliling di UGM, Malioboro, AlKid, ke bukit Bintang malam-malam dan naik motor dini hari demi mengejar sunrise di Parangtritis.

Lagi-lagi keberuntungan menghampiri. Kala itu, kami sudah menelpon beberapa penginapan (hasil googling) di sekitar Malioboro dan OMG, semuanya full soalnya kita datang di long weekend. Eh kebeneran, ditawari nginap di kost-an teman yang lagi kuliah di Jogja namanya Riri, alumni Cherry Camp juga. Selain menawarkan tumpangan, Riri juga yang menjadi guide kita saat jalan-jalan di Jogja.

Kesempatan berikutnya untuk berkunjung ke Jogja ternyata datang lagi di tahun 2013. Alhamdulillah ya. Saya, Rara dan Ira berangkat ke Solo untuk memenuhi undangan ASEAN BLOGGER dan ternyata bisa extend. Hurrayyy. Melipirlah kita bertiga ke Jogja setelah event ASEAN BLOGGER berakhir.

Malioboro

My partner in crime

Berbeda dengan kunjungan-kunjungan sebelumnya yang selalu saja dapat tumpangan gratis di rumah teman, kali ini kami menginap di sebuah hotel yang terletak di Jalan Dagen, Malioboro. Fasilitasnya wah dengan harga yang terjangkau dan lokasi yang strategis, cuma jalan kaki beberapa meter saja dari Jalan Malioboro yang fenomenal itu.

Bicara soal hotel, Jogja sebagai kota wisata memang memiliki beragam hotel dengan harga yang bervariasi. Hotel murah di Jogja ya jangan ditanya lagi, bahkan penginapan dengan harga di bawah seratus ribu juga ada. Semua tersedia mulai dari penginapan ala backpacker hingga hotel bintang lima, kita hanya perlu memilih berdasarkan budget yang tersedia.

**

Nah, kalau kamu apa yang paling berkesan dari kota Jogja? Warganya ramah, wisatanya indah, kulinernya enak dan kotanya penuh pesona. Ah Jogja yang menawan hati. Semoga bisa jumpa kembali suatu hari nanti :’)

ijinkanlah aku untuk slalu pulang lagi
bila hati mulai sepi tanpa terobati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × four =